"Konsep, konsep, konsep." Ya, ini adalah motto yang sangat penting kamu pahami saat belajar. Kenapa? Karena dengan ini, materi pembelajaran yang kamu pikir susah, bakal terasa nyenengin banget sampe ketagihan belajar.
Dari mana aku tau motto
ini? Zenius Education adalah jawabannya. Founder zenius, Sabda PS, dan semua tutor Zenius selalu menekankan
seberapa penting memahami konsep dalam belajar. Tak hanya bilang kalau konsep
itu penting, bahkan bagaimana cara dan pengaplikasiannya juga diajarkan oleh mastah
yang satu ini.
Kenapa harus zenius?
Karena partner belajar yang satu ini amat pengertian dan tau banget apa yang kamu
butuh dan apa yang kamu suka. Dengan zenius kamu ga cuma ngerasa belajar biasa,
tapi bakal ngerasa menjelajahi dunia (eeaaa...), *aku serius lhoo... Pikiranku
terbuka setelah belajar dengan zenius dan membaca artikel-artikel di
zenius.net/blog

Berikut aku bakal cerita sedikit gimana perjuangan dan pengalamanku melepaskan mindset negatif dari pikiranku dengan potongan kisah
hidup yang serasa menjelajahi dunia dengan zenius :))
***
Nah, supaya kisah ini
bisa kamu pahami, aku bakal ulas sedikit situasi kondisiku saat ini. Siapa sih aku
ini? Perkenalkan aku adalah sepersekian sama dengan kamu saat ini, “pengejar
mimpi”. Status kita sama untuk yang satu ini, sebab siapapun kita pasti dong
punya mimpi yang mau diraih. Udah sukses satu, mau ngejar yang lebih baik lagi.
Tujuannya beberapa sama lah ya? Bahagia. Bahagiakan orang tua, keluarga,
orang-orang terdekat, dan tentunya membahagiakan diri sendiri. Namun, perbedaan
dengan beberapa dari kamu semua adalah aku dalam langkah menentukan masa
depanku, kelas 12 yang lagi mempersiapkan diri buat langkah menentukan jurusan
yang bakal ditekuni untuk masa depan.
Hingga saat ini, untuk
pertama kalinya aku bersyukur mengenyam bangku pendidikan di Indonesia dengan
kurikulum yang ada. Hmm bukan maksudnya aku ga bersyukur hidup di Indonesia
selama ini, tapi kamu tau ga sih, dulu aku sempat bertanya-tanya kenapa sih
kita harus belajar semua mata pelajaran yang ada. Kenapa kita ga belajar apa
yang kita suka aja? Mempelajari semuanya terkadang puyeng tauu..
Namun, kini aku
bersyukur, jika seandainya aku mempelajari apa yang aku suka aja, dari dulu aku
cuma bakal dominan belajar berhitung doang.. (matematika, fisika). Aku suka ini
karena materi yang dipelajari terlihat nyata, padahal sebenarnya abstrak sih
(kenapa ga? Kan perhitungan dan rumus-rumusnya yang ada ini karena adanya
kesepakatan, dan pembuktiannya diterima oleh logika. Ya ga?) Referensiku di
artikel zenius tentang bilangan atau angka.

Dengan zenius aku punya
tambahan wawasan tentang hal yang di dunia ini. Seandainya aku cuma fokus
berhitung dari dulu, memang sih mungkin aku bisa jadi ahli hitung (eeaaa..),
tapi aku ga bakal terlalu mempelajari tentang hidup dan kehidupan diriku sendiri. Padahal wawasan kita pun harus luas. Bukan cuma jago hitung. Blog zenius lah salah satu saranaku menambah wawasan.
Karena tipeku adalah orang yang jika sudah fokus pada sesuatu yang lain bisa ditinggalin.
Aku fokus matematika, biologi bisa aku tinggalin.
Ngomong soal biologi,
dari dulu aku bisa dibilang belajarnya ga hebat dan ga serius banget. Pelajaran
biologi yang aku suka cuma tentang sistem-sistemnya. Kenapa? Lagi-lagi karena runtut
diterima sama logika. Dan yang aku ga suka adalah yang berhubungan dengan
kingdom-kingdom. Lelah mempelajari keberagamannya, lagian untuk apa pula toh?
Kan mereka udah ada. (Ini dulu ya, dulu). Kini mindsetku berubah 180 derajat.
Aku yang awalnya selalu
menghindari materi tentang keanekaragaman makhluk hidup, kini malah yang
mati-matian mempelajari tentang itu semua. Kamu tau kenapa? Zenius lagii.. Ini
yang buka pikiranku (tak lupa tentu hidayah dari Allah Swt). Aku bersyukur
banget ngikutin kurikulum Indonesia yang mempelajari semua mapel, jadi walaupun
sukanya hitungan, aku ga ketinggalan dengan materi biologi yang membuka pikiran
aku yaitu materi sel, genetika, hereditas, mutasi, dan evolusi. Ya kamu tau
sendirilah kebanyakan orang Indonesia kalau ga ada untungnya mana mau dia
kerjain. Kebanyakan siswa kalau ga karena nilai mana mau dia mempelajarinya
mati-matian. Eits... maaf pengecualian buat beberapa orang yang hobinya memang
membaca, menulis, belajar. (Tapii.. aku ga tau juga sih kalau misalnya
kurikulum negara lain gimana, kalau misalnya aku pakai itu gimana, apakah aku
bakal seneng belajar seperti sekarang.).
Walaupun demikian, kini
aku bersyukur banget, yang dulu mempelajari apa yang mau, kini aku mau
mempelajari yang di depan mata. Yang awalnya aku termasuk anti biologi (karena
hafalan) kini aku lovely biologi (karena konsep). Karena inilah salah satu
alasanku milih partner belajar zenius. Aku kenal Zenius waktu kelas 11, dan
biologi gua saat kelas 10 bisa dibilang paspasan untuk pengetahuan gua, nilai
itu seolah-olah karena aku ngafalin itu materinya, ujiannya dapat, ilmunya?
Jujur setelah ujian aku ga terlalu ingat lagi.
Namun, setelah aku
kenal sama zenius, aku belajar biologi seolah-olah biologi teman hidupku
sendiri. Aku mulai suka setelah belajar tentang sel, dan diperkuat setelah
materi genetik kelas 12. Harusnya ini materi biologi yang dipelajari diawal.
Harusnya dari dulu aku pake Zenius, kalau bisa dari SD deh wkwkwk.. Setidaknya
kelas 11 ga terlalu terlambat lah ya.. walaupun sebenernya udah telat cuyy...
Gapapa gapapa.. Alhamdulillah,
Allah masih mengizinkanku untuk belajar biologi. Mengizinkan aku kenal sama zenius.
Walaupun aku tau disaat-saat terakhir penentuan jalan hidupku. Aku jadi belajar
banyak tentang kehidupan di biologi. Dan hidayah itu Allah Swt kirimkan lewat
Zenius Education. Nyesel ga nyesel tergantung disisi mananya. Nyesel telat pake
zenius? Iyaa. Nyesel pake zenius? Ga dong..
Nah, berawal dari
itulah aku mulai eksplore lebih biologi, aku akui belajar biologi itu penting
banget. Walaupun kamu ahli di matematika, kamu perlu pengetahuan tentang
biologi. Biologi itu hidup dan kehidupan dirimu sendiri. Dengan belajar biologi
kamu tau bagaimana tubuh kamu sendiri bekerja bahkan sampai ke tingkat selnya.
Sel saja mempertahankan hidupnya, mencari bantuan, dan saling bekerja sama.
Masa diri kamu ga sih? Masih punya ego yang tinggi buat apapun? Masih bersikap
individulisme? Ga malu apa sama sel sendiri? Yang membentuk dirimu jadi seorang
manusia seperti saat ini. Itu salah satu yang gua dapat petik dari belajar
biologi dengan konsep. Eeaa konsep lagi.. Serius dah... disaat tutor zenius
ngajarin di satu mata pelajaran tapi sekaligus ngajarin tentang kehidupan yang
kalau dipahami banget ngaruh pada kehidupan.

Belajar tentang
genetika sampai pewarisan sifat, kamu bakal sadar darimana sifat yang kamu
punya. Pewarisan sifat dari orang tua? Tentu. Tapi disisi lain dapat dipengaruhi dari lingkungan
kamu sendiri, keadaan alam ataupun sosial. Kondisi-kondisi inilah yang
terkadang lebih membuat keanekaragaman sifat-sifat manusia. Dengan kondisi ini
mutasi pun dapat terjadi. So, syukurilah pewarisan sifat dari orang tua, dan
jagalah dirimu sendiri dengan kondisi lingkungan sekitar. Ini bertujuan untuk
mengontrol sifat yang ada pada dirimu sendiri. Jadi, kalau dirimu seperti saat
sekarang ini, cukup! Jangan ga bersyukur dan menyalahkan orang tua dan
keluargamu sendiri. Karena lingkunganlah yang paling berpengaruh terhadap
dirimu sendiri. Lebih banyak ngaruh mana coba untuk kamu jadi seorang pencuri?
Orang tua kamu yang pencuri, lingkunganmu baik... atau orang tua kamu baik, dan
kamu berteman dengan seorang pencuri?
Dan satu lagi, yang aku pahami kini, hidup ini layaknya menyelesaikan sebuah misteri. Kita merangkai kehidupan kita seperti menghubungkan titik menjadi garis, lalu bidang, dan ruang. Kita sebagai aktornya, dan Allah lah penulis skenarionya. Jadi apapun yang kita jalani lakukan sebaik-baiknya. Usaha takkan mengkhianati hasil. Jika belum berhasil, bukan berarti kalah, namun keberhasilan kitalah yang tertunda hingga waktu yang tepat itu datang. Aku pikir dulu kita cukup punya satu keahlian. Benar memang, tapi pengetahuan lainnya jangan sampai diabaikan. Kini aku memahami matematika dan biologi itu saling melengkapi. Contohnya aja, aplikasi matematika bisa digunakan di materi genetik. Kalau jurusannya dikenal Bioinformatika. Aku kenal waktu dengerin materi genetik di zenius juga. Pokoknya mantep dah, banyak nambah pengetahuan dan wawasan aku dengan zenius.
Nah, kini aku ga ada yang namanya anti-anti banget sama mata pelajaran. Aku jalani aja, karena itu ilmu, dan ilmu itu berharga. Kita belum tau nanti kita bakal jadi apa, jadi selagi ilmu itu bermanfaat dan ga buat kita rugi, kenapa harus dibenci? ya ga? Intinya gimanapun
perjalanan hidup yang kamu pilih, jalanilah dengan ikhlas. Apapun keputusan
yang kamu ambil, jalani penuh tanggung jawab. Hidup terkadang memang terasa
berat, tapi itu hanya bagi orang yang tak bersyukur. Nikmati hidupmu dan jalani
kehidupanmu. Saat gagal disuatu tantangan, janganlah menyerah, bangkitlah dan evaluasi lagi, lalu
try again. Inilah proses menuju kemenangan.
Saat dirimu tidak suka
sesuatu itu, janganlah terlalu membencinya. Saat dirimu menyukai sesuatu,
janganlah terlalu mencintainya. Di dunia ini tak ada yang abadi. Kekekalan
hanyalah milik Allah ‘Azza wa Jalla. Syukuri dan jalani hidupmu saat ini, bisa
jadi itulah jalan terbaik yang Allah pilihkan untukmu. Tetap senyum dan
semangat. :))
Demikianlah sedikit
kisah eksploreku dengan Zenius.net dan Zenius.net/blog. Thank you Zenius....:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar