Jumat, 18 Januari 2019

Bertemu Partner Hebat, Ga bakal Nyesel!! Yang Anti Bakal Jadi Lovely



         "Konsep, konsep, konsep." Ya, ini adalah motto yang sangat penting kamu pahami saat belajar. Kenapa? Karena dengan ini, materi pembelajaran yang kamu pikir susah, bakal terasa nyenengin banget sampe ketagihan belajar.

Dari mana aku tau motto ini? Zenius Education adalah jawabannya. Founder zenius, Sabda PS, dan semua tutor Zenius selalu menekankan seberapa penting memahami konsep dalam belajar. Tak hanya bilang kalau konsep itu penting, bahkan bagaimana cara dan pengaplikasiannya juga diajarkan oleh mastah yang satu ini.

Kenapa harus zenius? Karena partner belajar yang satu ini amat pengertian dan tau banget apa yang kamu butuh dan apa yang kamu suka. Dengan zenius kamu ga cuma ngerasa belajar biasa, tapi bakal ngerasa menjelajahi dunia (eeaaa...), *aku serius lhoo... Pikiranku terbuka setelah belajar dengan zenius dan membaca artikel-artikel di zenius.net/blog
https://www.big-change.org/wp-content/uploads/Screen-Shot-2015-11-27-at-11.23.51.png
Dari sini jugalah aku mulai sadar betapa pentingnya mindset kita dalam melakukan sesuatu. Apa yang kita tanamkan itu yang kita dapatkan. Memang terkadang mindset itu dipengaruhi oleh lingkungan dimana kita memperoleh informasi. Tapi satu hal yang harus kita sadari, kita dapat memilih lingkungan mana yang harus kita gunakan untuk tempat kita berkembang. Lingkungan yang bagaimana yang membuat kita bisa lebih baik. Karena lingkunganlah yang cukup akan mempengaruhi kehidupan kita.

Berikut aku bakal cerita sedikit gimana perjuangan dan pengalamanku melepaskan mindset negatif dari pikiranku dengan potongan kisah hidup yang serasa menjelajahi dunia dengan zenius :))
***

Nah, supaya kisah ini bisa kamu pahami, aku bakal ulas sedikit situasi kondisiku saat ini. Siapa sih aku ini? Perkenalkan aku adalah sepersekian sama dengan kamu saat ini, “pengejar mimpi”. Status kita sama untuk yang satu ini, sebab siapapun kita pasti dong punya mimpi yang mau diraih. Udah sukses satu, mau ngejar yang lebih baik lagi. Tujuannya beberapa sama lah ya? Bahagia. Bahagiakan orang tua, keluarga, orang-orang terdekat, dan tentunya membahagiakan diri sendiri. Namun, perbedaan dengan beberapa dari kamu semua adalah aku dalam langkah menentukan masa depanku, kelas 12 yang lagi mempersiapkan diri buat langkah menentukan jurusan yang bakal ditekuni untuk masa depan.

Hingga saat ini, untuk pertama kalinya aku bersyukur mengenyam bangku pendidikan di Indonesia dengan kurikulum yang ada. Hmm bukan maksudnya aku ga bersyukur hidup di Indonesia selama ini, tapi kamu tau ga sih, dulu aku sempat bertanya-tanya kenapa sih kita harus belajar semua mata pelajaran yang ada. Kenapa kita ga belajar apa yang kita suka aja? Mempelajari semuanya terkadang puyeng tauu..

Namun, kini aku bersyukur, jika seandainya aku mempelajari apa yang aku suka aja, dari dulu aku cuma bakal dominan belajar berhitung doang.. (matematika, fisika). Aku suka ini karena materi yang dipelajari terlihat nyata, padahal sebenarnya abstrak sih (kenapa ga? Kan perhitungan dan rumus-rumusnya yang ada ini karena adanya kesepakatan, dan pembuktiannya diterima oleh logika. Ya ga?) Referensiku di artikel zenius tentang bilangan atau angka.
Dengan zenius aku punya tambahan wawasan tentang hal yang di dunia ini. Seandainya aku cuma fokus berhitung dari dulu, memang sih mungkin aku bisa jadi ahli hitung (eeaaa..), tapi aku ga bakal terlalu mempelajari tentang hidup dan kehidupan diriku sendiri. Padahal wawasan kita pun harus luas. Bukan cuma jago hitung. Blog zenius lah salah satu saranaku menambah wawasan. Karena tipeku adalah orang yang jika sudah fokus pada sesuatu yang lain bisa ditinggalin. Aku fokus matematika, biologi bisa aku tinggalin.

Ngomong soal biologi, dari dulu aku bisa dibilang belajarnya ga hebat dan ga serius banget. Pelajaran biologi yang aku suka cuma tentang sistem-sistemnya. Kenapa? Lagi-lagi karena runtut diterima sama logika. Dan yang aku ga suka adalah yang berhubungan dengan kingdom-kingdom. Lelah mempelajari keberagamannya, lagian untuk apa pula toh? Kan mereka udah ada. (Ini dulu ya, dulu). Kini mindsetku berubah 180 derajat.

Aku yang awalnya selalu menghindari materi tentang keanekaragaman makhluk hidup, kini malah yang mati-matian mempelajari tentang itu semua. Kamu tau kenapa? Zenius lagii.. Ini yang buka pikiranku (tak lupa tentu hidayah dari Allah Swt). Aku bersyukur banget ngikutin kurikulum Indonesia yang mempelajari semua mapel, jadi walaupun sukanya hitungan, aku ga ketinggalan dengan materi biologi yang membuka pikiran aku yaitu materi sel, genetika, hereditas, mutasi, dan evolusi. Ya kamu tau sendirilah kebanyakan orang Indonesia kalau ga ada untungnya mana mau dia kerjain. Kebanyakan siswa kalau ga karena nilai mana mau dia mempelajarinya mati-matian. Eits... maaf pengecualian buat beberapa orang yang hobinya memang membaca, menulis, belajar. (Tapii.. aku ga tau juga sih kalau misalnya kurikulum negara lain gimana, kalau misalnya aku pakai itu gimana, apakah aku bakal seneng belajar seperti sekarang.).

Walaupun demikian, kini aku bersyukur banget, yang dulu mempelajari apa yang mau, kini aku mau mempelajari yang di depan mata. Yang awalnya aku termasuk anti biologi (karena hafalan) kini aku lovely biologi (karena konsep). Karena inilah salah satu alasanku milih partner belajar zenius. Aku kenal Zenius waktu kelas 11, dan biologi gua saat kelas 10 bisa dibilang paspasan untuk pengetahuan gua, nilai itu seolah-olah karena aku ngafalin itu materinya, ujiannya dapat, ilmunya? Jujur setelah ujian aku ga terlalu ingat lagi.

Namun, setelah aku kenal sama zenius, aku belajar biologi seolah-olah biologi teman hidupku sendiri. Aku mulai suka setelah belajar tentang sel, dan diperkuat setelah materi genetik kelas 12. Harusnya ini materi biologi yang dipelajari diawal. Harusnya dari dulu aku pake Zenius, kalau bisa dari SD deh wkwkwk.. Setidaknya kelas 11 ga terlalu terlambat lah ya.. walaupun sebenernya udah telat cuyy...

Gapapa gapapa.. Alhamdulillah, Allah masih mengizinkanku untuk belajar biologi. Mengizinkan aku kenal sama zenius. Walaupun aku tau disaat-saat terakhir penentuan jalan hidupku. Aku jadi belajar banyak tentang kehidupan di biologi. Dan hidayah itu Allah Swt kirimkan lewat Zenius Education. Nyesel ga nyesel tergantung disisi mananya. Nyesel telat pake zenius? Iyaa. Nyesel pake zenius? Ga dong..

Nah, berawal dari itulah aku mulai eksplore lebih biologi, aku akui belajar biologi itu penting banget. Walaupun kamu ahli di matematika, kamu perlu pengetahuan tentang biologi. Biologi itu hidup dan kehidupan dirimu sendiri. Dengan belajar biologi kamu tau bagaimana tubuh kamu sendiri bekerja bahkan sampai ke tingkat selnya. Sel saja mempertahankan hidupnya, mencari bantuan, dan saling bekerja sama. Masa diri kamu ga sih? Masih punya ego yang tinggi buat apapun? Masih bersikap individulisme? Ga malu apa sama sel sendiri? Yang membentuk dirimu jadi seorang manusia seperti saat ini. Itu salah satu yang gua dapat petik dari belajar biologi dengan konsep. Eeaa konsep lagi.. Serius dah... disaat tutor zenius ngajarin di satu mata pelajaran tapi sekaligus ngajarin tentang kehidupan yang kalau dipahami banget ngaruh pada kehidupan.
http://cdn1.vox-cdn.com/assets/4831698/DNA.png
Belajar tentang genetika sampai pewarisan sifat, kamu bakal sadar darimana sifat yang kamu punya. Pewarisan sifat dari orang tua? Tentu. Tapi  disisi lain dapat dipengaruhi dari lingkungan kamu sendiri, keadaan alam ataupun sosial. Kondisi-kondisi inilah yang terkadang lebih membuat keanekaragaman sifat-sifat manusia. Dengan kondisi ini mutasi pun dapat terjadi. So, syukurilah pewarisan sifat dari orang tua, dan jagalah dirimu sendiri dengan kondisi lingkungan sekitar. Ini bertujuan untuk mengontrol sifat yang ada pada dirimu sendiri. Jadi, kalau dirimu seperti saat sekarang ini, cukup! Jangan ga bersyukur dan menyalahkan orang tua dan keluargamu sendiri. Karena lingkunganlah yang paling berpengaruh terhadap dirimu sendiri. Lebih banyak ngaruh mana coba untuk kamu jadi seorang pencuri? Orang tua kamu yang pencuri, lingkunganmu baik... atau orang tua kamu baik, dan kamu berteman dengan seorang pencuri?

Dan satu lagi, yang aku pahami kini, hidup ini layaknya menyelesaikan sebuah misteri. Kita merangkai kehidupan kita seperti menghubungkan titik menjadi garis, lalu bidang, dan ruang. Kita sebagai aktornya, dan Allah lah penulis skenarionya. Jadi apapun yang kita jalani lakukan sebaik-baiknya. Usaha takkan mengkhianati hasil. Jika belum berhasil, bukan berarti kalah, namun keberhasilan kitalah yang tertunda hingga waktu yang tepat itu datang. Aku pikir dulu kita cukup punya satu keahlian. Benar memang, tapi pengetahuan lainnya jangan sampai diabaikan. Kini aku memahami matematika dan biologi itu saling melengkapi.  Contohnya aja, aplikasi matematika bisa digunakan di materi genetik. Kalau jurusannya dikenal Bioinformatika. Aku kenal waktu dengerin materi genetik di zenius juga. Pokoknya mantep dah, banyak nambah pengetahuan dan wawasan aku dengan zenius.

Nah, kini aku ga ada yang namanya anti-anti banget sama mata pelajaran. Aku jalani aja, karena itu ilmu, dan ilmu itu berharga. Kita belum tau nanti kita bakal jadi apa, jadi selagi ilmu itu bermanfaat dan ga buat kita rugi, kenapa harus dibenci? ya ga? Intinya gimanapun perjalanan hidup yang kamu pilih, jalanilah dengan ikhlas. Apapun keputusan yang kamu ambil, jalani penuh tanggung jawab. Hidup terkadang memang terasa berat, tapi itu hanya bagi orang yang tak bersyukur. Nikmati hidupmu dan jalani kehidupanmu. Saat gagal disuatu tantangan, janganlah  menyerah, bangkitlah dan evaluasi lagi, lalu try again. Inilah proses menuju kemenangan.

Saat dirimu tidak suka sesuatu itu, janganlah terlalu membencinya. Saat dirimu menyukai sesuatu, janganlah terlalu mencintainya. Di dunia ini tak ada yang abadi. Kekekalan hanyalah milik Allah ‘Azza wa Jalla. Syukuri dan jalani hidupmu saat ini, bisa jadi itulah jalan terbaik yang Allah pilihkan untukmu. Tetap senyum dan semangat. :))

Demikianlah sedikit kisah eksploreku dengan Zenius.net dan Zenius.net/blog. Thank you Zenius....:)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bertemu Partner Hebat, Ga bakal Nyesel!! Yang Anti Bakal Jadi Lovely

         "Konsep, konsep, konsep."  Ya, ini adalah motto yang sangat penting kamu pahami saat belajar. Kenapa? Karena denga...